- Judul jurnal “PENGARUH VISUAL STORYTELLING KOMIK ASING PADA KOMIK INDONESIA TERBITAN PT. ELEX MEDIA KOMPUTINDO TAHUN 2004-2008”. Latar belakang pada tahun 1980-an, industri komik Indonesia mulai menurun dari segi kuantitas dan bersamaan dengan itu, komik terjemahan Eropa dan Amerika mulai terbit. Sejak saat itu, posisi industri komik dan para komikus lokal semakin terancam keberadaannya di negerinya sendiri. Kemudian tahun 2000-an muncullah usaha dari PT. Elex Media Komputindo, penerbit komik terjemahan dari Jepang, yang berupaya menerbitkan komik hasil kreasi komikus Indonesia. Namun sayangnya, komik yang terbit ternyata membawa pengaruh komik asing, terutama Jepang, yang begitu kuat. Tidak seperti komikus Indonesia tahun 1970-an yang dianggap memiliki karakteristik sendiri, komikus pada periode 1990-an dianggap tidak memiliki identitas karena meniru gaya komik yang populer pada saat itu yakni komik Jepang dan komik Amerika. Latar belakang pemilihan jurnal ini yaitu, Komik lokal terancam keberadaannya, komik terjemahan mendominasi produksi komik lokal di Indonesia, komik lokal sekarang mulai terpengaruh karakter dari komik asing terutama komik amerika, komik jepang, dan komik eropa pada saat komik indonesia tengah mencari jati dirinya. Metode pengambilan data dengan mengobservasi komik Indonesia terbitan PT. Elex Media Komputindo tahun 2000-an dipilih ke dalam beberapa sampel berdasarkan klasifikasi genre yang berlaku dalam komik, mengidentifikasi beberapa komik asing Amerika, Jepang, dan eropa untuk dikaji terkait ciri khas elemen visual storytelling dari masing-masing komik negara tersebut. Komik yang dijadikan objek observasi antara lain Grand Pandora, Final Distance, Wind Rider, Red Feather, Wayangbliz, Dark Venus. Kesimpulannya, komik Indonesia yang terbit pada tahun 2000-an cenderung dipengaruhi komik Jepang namun lebih ekstrim dalam hal personalisasi karya atau lebih subjektif. Efeknya adalah membuat komik Indonesia cenderung memiliki pace lebih panjang namun menyederhanakan cerita karena dibatasi jumlah halaman. Adanya pengaruh komik Amerika dan komik Eropa dikarenakan karyanya pernah disukai atau dibaca juga oleh para komikus Indonesia. Pengaruh tersebut terlihat pada kecenderungan komikus Indonesia untuk berusaha memberi kesan ilustrasi yang relatif ekspresif walaupun tidak ada relevansinya dengan cerita. Selain itu, dilihat dari garis besar perkembangan komik Indonesia, dengan diadopsinya gaya komik Jepang, menggambarkan putusnya hubungan antara komik Indonesia tahun 1960-1970-an dengan komik Indonesia kontemporer.
Stannia Aprilia
Jumat, 05 Oktober 2012
Review Jurnal Part 3
Jumat, 28 September 2012
Psikodiagnostik II (Observasi)
Review
Jurnal Part 2
v Jurnal pertama berjudul “EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN
GOTONG ROYONG (COOPERATIVE LEARNING) UNTUK MENURUNKAN
KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI PELAJARAN MATEMATIKA”. Latar belakang
memilih jurnal ini karena merasakan hal yang
sama pada waktu sekolah memiliki kecemasan saat menghadapi pelajaran matematika. Subjek pada penelitian ini
adalah siswa kelas 2 SMP 26 Semarang yang berjumlah 32 orang yang dibagi
menjadi dua kelompok masing-masing 16 orang. Siswa dibagi menjadi dua kelompok, kelompok kontrol dan kelompok
eksperimen, pada kelompok eksperimen diberlakukan metode pembelajaran gotong
royong, sedangkan kelompok kontrol tidak diberlakukan. Hal ini terjadi selama 4
kali pertemuan. Setelah
itu semua siswa diberi posttest yang sama berupa skala kecemasan seperti pada
subtest awal. Hasil obervasi, pada awal kelas dimulai belum
terlalu banyak interaksi yang tercipta. Setelah beberapa saat kemudian nampak adanya interaksi antar siswa dalam
kelompok. Siswa saling
berbicara satu sama lain dalam kelompok sambil memegang kertas soal. Siswa terlihat melakukan interaksi antar
kelompok. Suasana kelas aktif
dan riuh ramai. Dapat
disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian perlakuan berupa Metode Pembelajaran
Gotong Royong (Cooperative Learning) terhadap kecemasan siswa dalam
menghadapi pelajaran matematika. Ada perbedaan kecemasan siswa dalam menghadapi
pelajaran matematika pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan
mengalami penurunan skor kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika,
sedangkan kelompok kontrol tidak. Dengan metode
pembelajaran gotong royong siswa menjadi lebih rilex dalam menghadapi pelajaran
matematika.
v
Jurnal
kedua berjudul “KECEMBURUAN PADA KAUM HOMOSEKSUAL PRIA (GAY) DI JAKARTA”. Latar belakang
oleh kasus Ryan, seorang gay yang memutilasi pasangan gay nya karena
kecemburuan pada tahun 2008, dan kaum gay sebagai minoritas dimasyarakat.
Tujuannya, ingin mengetahui lebih lanjut mengenai gambaran kecemburuan
pada kaum gay di Jakarta. Responden
berjumlah 3 orang yang berjenis kelamin laki-laki,memiliki orientasi
homoseksual, usia dari 20-40 tahun,sudah pernah melakukan hubungan seksual,
pendidikan minimal SMA, dan berdomisili dijakarta dan sekitarnya. Ketiga
subjek menyadari orientasi seksual nya sejak usia remaja. Keseluruhan subjek
diketahui bahwa terdapat semua faktor potensial yang menyebabkan ia menjadi gay
seperti terdapat pada model teori. Faktor potensial itu adalah ketidakadaan
figur ayah (ayah sebagai tokoh negatif),
terisolasi dari lingkungan sekitar, perasaan rendah diri, jenis
permainan saat masih kecil, dan gaya hidup.
v Jurnal ketiga berjudul “JURNAL KOHESIFITAS
SUPORTER TIM SEPAK BOLA PERSIJA”. Latar belakang memilih
jurnal ini karena kelompok ingin mengetahui setinggi apa rasa kohesivitas yang ada dalam kelompok
the jakmania. Kohesivitas adalah bagian yang penting dan
tidak dapat dipisahkan dari sebuah kelompok. Persija adalah
sebuah klub sepak bola yang terletak di Jakarta. Persija berdiri pada tanggal
28 November 1928 dan memiliki julukan Macan Kemayoran. Suporter Persija dikenal dengan sebutah The Jakmania. Ketika dibentuk,
dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat. Gugun Gondrong merupakan
sosok yang paling dikenal saat itu dan memimpin The Jakmania pada periode
1999-2000. . Pada awalnya The Jak mania hanya terdiri dari 100 orang, dengan
pengurus sebanyak 40 orang. Kesimpulannya, Kohesivitas individu dalam kelompok
kecil The Jakmania. ciri-ciri kohesivitas kelompok dapat dilihat
dari: setiap anggota kelompok mengenakan identitas yang sama, setiap anggota
kelompok memiliki tujuan dan sasaran yang sama, setiap anggota kelompok
merasakan keberhasilan dan kegagalan yang sama, setiap anggota kelompok saling
berkerja sama dan berkolaborasi, setiap anggota kelompok memiliki peran ke
anggotaan, kelompok mengambil keputusan secara efektif.
Psikodiagnostik II (Observasi)
Kecemasan
Kecemasan adalah variable
penting dari hamper semua teori kepribadian. Kecemasan sebagai dampak dari
konflik yang menjadi bagian dari kehidupan yang tak terhindarkan, dipandang
sebagai komponen dinamikakepribadian yang utama. Kecemasan adalah fungsi ego
untuk memperingatkan individu tentang kemungkinan datangnya suatu bahaya
sehingga dapat disiapkan reaksi adaptif yang sesuai.
Kecemasan dipandang sebagai komponen pokok dinamika
kepribadian. Kecemassan ini mempunyai peranan sentarl dalam teori psikoanalisis.
Kecemasan digunakan ego sebagai isyarat adanaya bahayayang mengancam.
Freud mengkalsifikasikan kecemasan ke dalam tiga tipe,
yaitu sebagai berikut :
1.
Kecemasan realistis
Rasa takut (fear) terhadap
bahaya yang nyata dalam dunia eksternal.
2.
Kecemasan neuritik
Rasa takut bahwa instink-instink akan di luar
control dan menyebabkan seseorang melakukan sesuatu yang akan membuat seseorang
di hukum.
3.
Kecemasan moral
Rasa bersalah ketika melakukan
sesuatu atau berpikir tentang sesuatu yang berlawanan dengan aturan-aturan
moral.
Tipe pokoknya adalah kecemasan
realistis. Atau rasa takut pada bahaya-bahaya nyata dari dunia luar. Dan
kecemasan lainnya berasal dari kecemasan realistis. Kecemasan neuritik adalah rasa takut
jangan-jangan instink akan lepas kendali dan menyebabkan sang pribadi bebrbuat
sesuatu yang berakibat ia dihukum. Kecemasan bukanlah ketakutan pada
instink-instink itu sendiri, melainkan ketakutan terhadap hukuman yang mungkin
terjadi jika terjadi jika suatu instink dipuaskan.
Pada kecemasan moral terjadi karena rasa takut kepada
suara hati. Pada orang yang super egonya berkembang baik, akan cenderung merasa
bersalah jika mereka melakukan atau bahkan berpikir untuk melakukan sesuatu
yang bertentangan dengan moral dengan mana ia dibesarkan. Mereka disebut
mendengarkan bisikan suara hatinya, bisikan hati nuraninya.
Sumber:
Teori-Teori Psikodinamik Klinis
Calvin S. Hall & Gardner Lindzey
Yogyakarta, Kanisius 1993.
Jumat, 21 September 2012
Psikodiagnostik II (Obsevasi)
Review Jurnal Part 1
v
Kelompok 1
Judul jurnal “REALITAS CINTA DIMATA REMAJA PEREMPUAN.” Studi Kasus
Sindrom Cinta pada Seorang Perempuan Remaja Pasca Filem ‘ Ada Apa Dengan Cinta
oleh Maria Lauranti Stephanie. Kelompok 1 memilih jurnal ini karena judul jurnal ini
menarik untuk kalangan remaja, terutama remaja perempuan. Jurnal ini membahas
tentang persepsi cinta dikalangan remaja setelah menonton film Ada Apa Dengan
Cinta (AADC). Jurnal ini menggunakan teori kultivasi, kultivasi melibatkan
proses belajar dan kontruksi dari pandangan menganai relita sosial yang
bergantung pada keadaan pribadi dan pengalaman setiap individu dan juga
keanggotaan dalam kelompok. Subjek penelitian adalah perempuan, usia 18 tahun. Penonton/penikmat film Ada Apa
Dengan Cinta dan film lain dengan gender
remaja. Penikmat musik pop
remaja dan sinetron remaja, dan lingkungan pergaulan yang populer. Kesimpulannya, Informan memiliki pengetahuan yang
terbatas karena faktor usia, keluarga, sekolah, dan lingkunagn pergaulannya.
Informan tergolong yang tidak melek media. Informan tidak mampu melihat media secara kritis. Kecendrungan informan
memaknai apa yang ada di media secara dominan dan menerapkannya sebagai
karakter dirinya.
Judul jurnal "Mitos Tentang Kehamilan". Mitos adalah sistem kepercayaan dari suatu kelompok manusia, yang berdiri atas sebuah landasan yang menjelaskan cerita-cerita yang suci berkaitan dengan masa lalu. mitos yang dalam arti asli sebagai kiasan dari zaman purba merupakan cerita yang asal usulnya telah dilupakan, namun ternyata pada zaman sekarang mitos merupakan cerita yang dianggap benar. (Harsojo, 1988). Kehamilan adalah rangkaian peristiwa yang baru terjadi bila ovum dibuahi dan pembuahan ovum akhirnya berkembang sampai menjadi fetus yang aterm (Guyton, 1997). Subjek dalam penelitian ini adalah wanita hamil dengan usia kandungan 3 bulan di suatu tempat di Aceh. Peneliti jurnal ini memilih Aceh, karena disana masih banyak yang melaksanakan dan patuh kepada pantangan-pantangan, mitos, dan ritual untuk ibu hamil. Contoh dari mitos mitos yang berada disana antara lain, larangan untuk tidak duduk di anak tangga, tidak memegang gunting, tidak boleh melihat kera selama hamil, karena takut nantinya si anak yang dikandungnya setelah lahir wajahnya akan mirip kera. Kesimpulannya, masyarakat di suatu tempat di Aceh masih mempercayai mitos.
v Kelompok 3
Judul jurnal “POST TRAUMATIC GROWTH PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA.” Pada penderita kanker payudara dinamika post traumatic growth atau pertumbuhan pasca trauma menuju perbahan hidup yang positif dan ingin memahami lebih jauh lagi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya post traumatic growth pada penderita kanker payudara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan paradigma fenomenolog. Dalam penelitian tersebut, hikmah yang dapat diambil adalah post traumatic growth atau pertumbuhan paska trauma. Secara teoritis, konsep pertumbuhan masa trauma didefinisikan sebagai pengalaman perubahan positif yang signifikan timbul dari perjuangan dari krisis kehidupan yang besar antara lain: apresiasi peningkatan hidup, pengaturan hidup dengan prioritas baru, rasa kekuatan pribadi meningkat dan spiritual berubah secara meningkat dan spiritual berubah secara positif. Kesimpulannya, dapat disimpulkan bahwa terdapat dua fakor yang mempengaruhi aspek post traumatic growth pada kedua informan. Faktor tersebut dapat dibagi menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Berdasarkan pada pembahasan, dapat diketahui bahwa setidaknya terdapat 4 pertumbuhan pasca trauma atau (post traumatic growth) yang signifikan timbul dari perjuangan informan dalam menghadapi penyakit payudara ini, antara lain: peningkatan spiritualitas, positive improvement in life, proses sosial semakin tinggi, dan relasi sosial semakin baik.
Jumat, 14 September 2012
Psikodiagnostik II
Metode Observasi
Observasi adalah kegiatan mengenali tingkah laku
individu yang biasanya akan diakhiri dengan mencatat hal-hal yang dipandang
penting sebagai penunjang informasi mengenai klien. Dalam sebuah
penelitian ilmiah kemampuan yang harus dimiliki adalah observasi. Observasi
menggunakan fungsi pengindraan. Ada 5 pengindraan manusia, yaitu merasa,
melihat, mendengar, mencium, dan peraba. Dalam observasi yang lebih
diutamakan adalah secara visual, presentase sekitar 70%. Yang tidak boleh
dilakukan dalam observasi adalah menggunakan unsur-unsur subjektivitas,
melainkan harus objektif. Observasi hanya mendengarkan dan mencatat.
Tujuan utama metode observasional adalah untuk mendeskripsikan
perilaku. para ilmuwan berusaha mendeskripsikan perilaku lengkap dan seakurat
mungkin. Observasi menjadi sumber kaya bagi berbagai hipotesis tentang
perilaku. observasi juga dapat menjadi langkah pertama dalam menemukan mengapa
kita berperilaku dengan cara tertentu.
Observasi di golongkan menjadi 3 macam, yakni :
1.
Observasi medan atau alamiah (field setting),
yaitu observasi di lapangan atau
kancah atau di tempat
yang sesungguhnya.
2.
Observasi simulative (simulated setting), yaitu observasi dengan simulasi situasinya.Artinya,
situasi observasi bila individu mendapat suatu simulasi (tiruan) atau
rangsangan untuk memperoleh tingkah laku tertentu.
3.
Observasi laboratoris (laboratory setting),
yaitu observasi dengan situasilaboratorium, sehingga situasinya dapat
dikendalikan sepenuhnya oleh observer.
Dua jenis observasi,
ialah :
1.
Observasi sampel peristiwa (even-sampling), yakni hanya mengamati mengamati beberapa sampel tingkah laku pada saat tertentu.
Metode sampling merupakan metode yang lebih efektif dan lebih
efisien untuk kejadian yang tidak sering. Even sampling juga bermanfaat dalam situasi-situasi
selain untuk mengobservasi kejadian-kejadian yang dijadwalkan secara formal
seperti waktu bermain selama hari-hari sekolah. Dalam even sampling pengamat
mencatat semua kejadian yang memenuhi definisi yang telah ditetapkan
sebelumnya,
2.
Observasi sampel waktu (time sampling), yakni mencatat dan mengamati apa sajayang dilakukan individu dalam waktu tertentu.
Time Sampling
·
Time sampling mengacu
pada peneliti yang memilih interval waktu untuk melakukan observasi secara
sistematis atau acak.
·
Jika peneliti tertarik
pada kejadian-kejadian yang jarang terjadi, mereka menyadarkan diri dariu event
sampling untuk mengambil sampel perilaku.
Peneliti biasanya
menggunakan kombinasi time sampling dan situation sampling untuk
mengidentifikasi sampel-sampel representatife. Dalam time sampling peneliti
mencari sampel yang representative dengan memilih berbagai macam interval waktu
dan observasinya. Interval itu dapat diseleksi secara sistematis (misalnya
mengobservasi hari pertama di setiap minggu), secara acak, atau kedua-duanya
sekaligus.
Validitas
eksternal mengacu pada sejauh mana hasil-hasil sebuah penelitian dapat
digeneralisasikan ke populasi-populasi, settings, dan kondisi-kondisi yang
berbeda. Validitas berhubungan dengan “truthfulness” (tingkat kepercayaan).
Dilihat dari posisi
observer dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni :
1.
Observasi non-partisipan,
disini posis observer sebagai
penonton, semacam ada di luar objek yang diamati. Observer tidak
ikut serta dalam kegiatan individu yang di observasi.Observasi benar-benar
berfungsi sebagai penonton, pengamat dan mencatat tingkah laku yang diobservasi. Atau bisa
dikatakan juga, observasi di mana sipenyelidik (observer)tidak ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan
oleh yang diobservasi. Jadi si penyelidik berlaku sebagai penonton.
2. Observasi partisipan,
di sini posisi
observer turut serta dalam kegiatan individu yang diobservasi. Cara
ini untuk memperoleh tingkah laku individu
yang alamiah atau wajar,tidak dibuat-buat, tidak dilandasi oleh rasa curiga atau rasa sedang diamati. Atau
observasi dimana si penyelidik ikut serta dalam kegiatan
yang dilakukan subyek yang diselidiki.
Jadi disini si penyelidik tidak berlaku
sebagai penonton, melainkansebagai pelaku atau
peserta.
3.
Observasi dalam situasi eksperimental,
4.
pada dasarnya
eksperimen adalah dengansengaja menimbulkan gejala tertentu
untuk dapat diobservasi. Kecuali penimbulan gejaladengan sengaja itu di dalam situasi eksperimental hal-hal yang harus
diobservasi itu banyak kali telah dipilih/ditentukan. Pengembangan metode ini
makin lama maki intensif karena ternyata memang sangat besar
kegunaannya.
Jika
dilihat dari segi pencatatan hasil-hasil observasi dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1. 1. Observasi dengan pencatatan langsung ( immediate recording ),
artinya segera setelah
observasi
dilakukan atau ketika pengamatan sedangkan
berlangsung , observer membuat catatan-catatan yang
diperlukan.
2. 2. Observasi dengan pencatatan retrospektif ( retrospective recording ),yaitu
pencatatan
setelah observasi selesai.
Situation sampling
· Situation sampling melibatkan kegiatan
mempelajari perilaku di lokasi-lokasi yang berbeda dan berbagai
keadaan dan
kondisi yang berbeda.
· Situation sampling meningkatkan
validitas eksternal temuan yang diperoleh.
· Dalam berbagai situasi, subject sampling
dapat digunakan untuk mengobservasi sebagian orang dalam
setting itu.
Peneliti dapat
meningkatkan secara signifikan validitas eksternal temuan observasionalnya
dengan menggunakan situation sampling. Situation sampling melibatkan observasi
perilaku di banyak lokasi yang berbeda dan dalam keadaan dan kondisi yang
seberbeda mungkin.
Klasifikasi Metode Obsevasional
v Metode-metode
observasional dapat diklasifikasikan sebagai “observasi dengan intervensi” atau
“observasi tanpa intervensi”.
v Metode
untuk mencatat perilaku dapat diklasifikasikan dalam hubungannya dengan berapa
banyak perilaku yang dicatat.
Observasi Tanpa Intervensi
- Tujuan observasi naturalik adalah untuk mendeskripsikan perilaku seperti yang terjadi secara normal dan meneliti hubungan diantara berbagai variable.
- Observasi naturalistic membantu memantapkan validitas eksternal temuan-temuan laboratories.
- Bila pertimbangan etik dan moral tidak memungkinkan dilakukannya control eksperimental, observasi naturalisis menjadi strategi penelitian penting.
Observasi dengan Intervensi
§Kebanyakan
penelitian psikologi menggunakan observasi dengan intervensi.
§ Tiga
metode observasi dengan intervensi adalah participant observation, structured
observation, dan field
experiment.
Participant Observation
è Participant
observation yang dilakukan secara terang-terangan sering digunakan untuk
memahami budaya dan perilaku kelompok-kelompok individu
è Participant
observation yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi sering kali digunakan bila
penelitinya percaya bahwa individu-individu akan mengubah perilakunya bila tahu
bahwa dirinya sedang diamati.
è Participant
observation memungkinkan peneliti untuk mengobservasi berbagai perilaku dan
situasi yang biasanya tidak terbuka bagi observasi ilmiah.
è Participant
observer kadang-kadang mungkin kehilangan objektifitas atau terlalu banyak
memengaruhi individu-individu yang mereka amati.
Sumber :
Anastasi, Anne 2007. Tes Psikologi. Jakarta : PT. Indeks
John, J.S., Eugene, B. Z., & Jeanne, S. Z.
(2007). Metodelogi Penelitian
Psikologi (ed. 7th). Yogyakarta : Pustaka Belajar.
Jumat, 23 Maret 2012
Alat Tes
Alat ukur dibagi menjadi 2, yaitu :
1.
Inventori
2.
Sikap
Yang terdapat dalam perkembangan manusia, yaitu :
v
Kognitif
v
Afektif
v
Psikomotorik
v
Sosioemosional
Kognitif dan Afektif menggunakan alat tes yang memiliki
kesesuaian norma perkembangan manusia. Sedangkan dalam Psikomotorik dan Sosioemosional
menggunaka n alat twes yang memiliki kesesuaian karakter perkembangan manusia.
Dalam penelitian
terdapat berbagai macam kasus seperti kasus missal yaitu kasus yang hamper dialami
semua individu seperti depresi, stress. Kasus ini dalam peneliatiannya
menggunakan metodologi penelitian kuantitatif. Sementara kasus langka atau
khusus dalam penelitiannya menggunakan metodologi penelitian, contohnya seperti
anak obesitas yang memeliki kebutuhan khusus.
Dalam psikologi
perkembangan manusia terdapat 3 aspek, yaitu :
·
Kognitif : Bagaimana individu itu menginterprestasikan
pengalaman atau pengetahuan mereka
pada saat
kelahiran hingga dewasa
·
Sosial : Bagaimana individu dapat bersosialisasi
dan beradaptasi dengan
lingkungan sekitar
·
Emosional : Bagaimana individu dapat mengontrol
atau mengendalikan pada saat
situasi tertentu
Jenis-jenis alat tes dalam psikologi industri, yaitu :
1.
Inteligensi
2.
Invantory
3.
Grafis
Dalam pengukuran industri terdapat K S A O, yaitu :
Ø
Knowledge :
Pengetahuan
Ø
Skill :
Keterampilan
Ø
Attitude :
Sikap
Ø
Other :
Personal
Tokoh Inteligensi
1.
Alfred Binnet
2.
Wesches
3.
Thorndike
4.
Kraeplin
5.
Cattel
6.
Spearman
Teori inteligensi, yaitu :
ü
General Inteligensi ( kapasitas)
ü
Spesifik Inteligensi ( pengukuran )
Culture free ( alat tes bebas budaya ) :
- - Test yang harus dipahami oleh seluruh Negara
- - Bentuk-bentuk dasar untuk gambar
Jumat, 16 Maret 2012
Filosofi Psikologi
Secara etimologis, “psikologi” berasal dari bahasa Yunani,
yaitu “psyche” yang berarti jiwa, dan
“logos” yang artinya ilmu pengetahuan.
Dengan demikian psikologi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang jiwa. Dalam Psikologi itu
banyak data atau objek yang harus diukur. Bagaimana cara mengukurnya? Ukuran
itu apa? Mengapa mengukir itu penting? Mengukur itu membandingkan objek yang di
ukur dengan standar yang dimiliki. Pengukuran adalah perbandingan antara objek
yang diukur dengan standar yang dimiliki. Seorang ahli Psikologi yang bernama
Wundt di Leipzig Vienna mempunyai sebuah laboratorium yang mengkaji pada
keterkaitan antara fisiologi dan mendemontrasikan tentang sensasi persepsi. Perilaku
yang dihasilkan dari nature vs nurture, sampai terjadi perilaku. Nature berpendapat bahwa manusia yang lahir ke
dunia memiliki bawaan pengetahuan dan pemahaman tentang realitas. Sementara
pandangan Nurture berpendapat bahwa pengetahuan didapat melalui
pengalaman dan interaksi dengan dunia.
Dengan demikian psikologi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang jiwa.
Dalam
psikodiagnostik terdapat dua hal yang harus dipelajari dengan baik, yaitu :
1. Konsep
2. Praktis
T.Morgan
mengatakan perilaku sebagai perubahan yang relatif permanen pada perilaku yang
diakibatkan oleh pengalaman. Juga mengatakan bahwa perilaku adalah hasil pembelajaran
dan adaptasi individu terhadap lingkungan. Walaupun tidak sepenuhnya lingkungan
menuntut individu tersebut, tetapi dalam definisi ini lingkungan telah memberi
pengaruh yang kuat terhadap diri individu. Sebelum munculnya perilaku, Sikap
menjadi dasar atas terjadinya sutau
perilaku.
Attitude/sikap
adalah istilah yang mencerminkan rasa senang, tidak senang atau perasaan
biasa-biasa saja (netral) dari seseorang terhadap sesuatu. Sikap dinyatakan
dalam tiga dominan ABC, yaitu affect,
behavior dan cognition. Affect adalah
perasaan yang timbul (senang, tak senang), behavior
adalah perilaku yang mengikuti perasaan itu (menghindar, mendekat), dan cognition adalah penilaian terhadap
objek sikap (bagus, tidak bagus) (Sarwono, 1997). Manusia dapat mempunyai
bermacam-macam sikap terhadap bermacam-macam hal (objek sikap) contohnya, bagi
seorang islam daging babi adalah haram. Kalau kepadanya dikatakan bahwa sosis
yang sedang dikunyahnya adalah daging babi, maka bisa jadi akan timbul perasaan
mual (Affect) dan makanan itu akan
muntah (behavior), karena dia piker dia sedang makan sesuatu yang menjijikan
(kognisi). Padahal kalau dia tahu (dia pikir sosis ayam), maka iya pun tak akan
minta. Demikian pula kalau kebetulan yang makan sosis babi itu non-muslim,
perasaan mual tak akan timbul.
Yang
diukur dalam objek-objek psikologi adalah :
v Sikap
v Kepribadian
v Pengetahuan
dan Skill
Perilaku
dapat diukur dengan menggunakan alat tes yang terstruktur. Psikodiagnostik adalah keseluruhan cara, metode, dan teknik untuk
menentukan cirri atau struktur psikis individu atau kelompok individu (stern, marnat,
1999). Tugas psikodiagnostik adalah mengembangkan pengetahuan tentang
variasi/perbedaan psikis serta mengembangkan metode penelitian yang dapat
dipercaya melalui pengukuran.. Pengukuran adalah membandingkan suatu objek
tehadap objek lain dengan standarisasi tertentu. Dengan kata lain, dalam
pengukuran, kita harus punya standar-standar yang jelas, dan mengukur apa yang
akan diukur. Misalnya mengukur panjang, pendek, tinggi, rendah. Dalam mengukur
itu semua, kita sebelumnya punya acuan bagaimana kita bisa menstandarisasi dan
menentukan tinggi, rendah, dan lain-lain. Dalam objek psikologi, pengukuran
dapat dilakukan berbagai cara dengan teknik yang berbeda, tergantung apa yang
ingin diukur. Contohnya, mengukur kepribadian seseorang, bisa kita melakukan teknik
observasi, atau juga tertulis (teknik proyeksi). Begitu juga dengan tes untuk
mengukur intelegensi, minat, bakat, dan lain sebagainya, masing-masing punya
variasi tertentu dalam mengumpulkan data.
Sekian
:’)
Langganan:
Komentar (Atom)