Kecemasan
Kecemasan adalah variable
penting dari hamper semua teori kepribadian. Kecemasan sebagai dampak dari
konflik yang menjadi bagian dari kehidupan yang tak terhindarkan, dipandang
sebagai komponen dinamikakepribadian yang utama. Kecemasan adalah fungsi ego
untuk memperingatkan individu tentang kemungkinan datangnya suatu bahaya
sehingga dapat disiapkan reaksi adaptif yang sesuai.
Kecemasan dipandang sebagai komponen pokok dinamika
kepribadian. Kecemassan ini mempunyai peranan sentarl dalam teori psikoanalisis.
Kecemasan digunakan ego sebagai isyarat adanaya bahayayang mengancam.
Freud mengkalsifikasikan kecemasan ke dalam tiga tipe,
yaitu sebagai berikut :
1.
Kecemasan realistis
Rasa takut (fear) terhadap
bahaya yang nyata dalam dunia eksternal.
2.
Kecemasan neuritik
Rasa takut bahwa instink-instink akan di luar
control dan menyebabkan seseorang melakukan sesuatu yang akan membuat seseorang
di hukum.
3.
Kecemasan moral
Rasa bersalah ketika melakukan
sesuatu atau berpikir tentang sesuatu yang berlawanan dengan aturan-aturan
moral.
Tipe pokoknya adalah kecemasan
realistis. Atau rasa takut pada bahaya-bahaya nyata dari dunia luar. Dan
kecemasan lainnya berasal dari kecemasan realistis. Kecemasan neuritik adalah rasa takut
jangan-jangan instink akan lepas kendali dan menyebabkan sang pribadi bebrbuat
sesuatu yang berakibat ia dihukum. Kecemasan bukanlah ketakutan pada
instink-instink itu sendiri, melainkan ketakutan terhadap hukuman yang mungkin
terjadi jika terjadi jika suatu instink dipuaskan.
Pada kecemasan moral terjadi karena rasa takut kepada
suara hati. Pada orang yang super egonya berkembang baik, akan cenderung merasa
bersalah jika mereka melakukan atau bahkan berpikir untuk melakukan sesuatu
yang bertentangan dengan moral dengan mana ia dibesarkan. Mereka disebut
mendengarkan bisikan suara hatinya, bisikan hati nuraninya.
Sumber:
Teori-Teori Psikodinamik Klinis
Calvin S. Hall & Gardner Lindzey
Yogyakarta, Kanisius 1993.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar