Dengan demikian psikologi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang jiwa.
Dalam
psikodiagnostik terdapat dua hal yang harus dipelajari dengan baik, yaitu :
1. Konsep
2. Praktis
T.Morgan
mengatakan perilaku sebagai perubahan yang relatif permanen pada perilaku yang
diakibatkan oleh pengalaman. Juga mengatakan bahwa perilaku adalah hasil pembelajaran
dan adaptasi individu terhadap lingkungan. Walaupun tidak sepenuhnya lingkungan
menuntut individu tersebut, tetapi dalam definisi ini lingkungan telah memberi
pengaruh yang kuat terhadap diri individu. Sebelum munculnya perilaku, Sikap
menjadi dasar atas terjadinya sutau
perilaku.
Attitude/sikap
adalah istilah yang mencerminkan rasa senang, tidak senang atau perasaan
biasa-biasa saja (netral) dari seseorang terhadap sesuatu. Sikap dinyatakan
dalam tiga dominan ABC, yaitu affect,
behavior dan cognition. Affect adalah
perasaan yang timbul (senang, tak senang), behavior
adalah perilaku yang mengikuti perasaan itu (menghindar, mendekat), dan cognition adalah penilaian terhadap
objek sikap (bagus, tidak bagus) (Sarwono, 1997). Manusia dapat mempunyai
bermacam-macam sikap terhadap bermacam-macam hal (objek sikap) contohnya, bagi
seorang islam daging babi adalah haram. Kalau kepadanya dikatakan bahwa sosis
yang sedang dikunyahnya adalah daging babi, maka bisa jadi akan timbul perasaan
mual (Affect) dan makanan itu akan
muntah (behavior), karena dia piker dia sedang makan sesuatu yang menjijikan
(kognisi). Padahal kalau dia tahu (dia pikir sosis ayam), maka iya pun tak akan
minta. Demikian pula kalau kebetulan yang makan sosis babi itu non-muslim,
perasaan mual tak akan timbul.
Yang
diukur dalam objek-objek psikologi adalah :
v Sikap
v Kepribadian
v Pengetahuan
dan Skill
Perilaku
dapat diukur dengan menggunakan alat tes yang terstruktur. Psikodiagnostik adalah keseluruhan cara, metode, dan teknik untuk
menentukan cirri atau struktur psikis individu atau kelompok individu (stern, marnat,
1999). Tugas psikodiagnostik adalah mengembangkan pengetahuan tentang
variasi/perbedaan psikis serta mengembangkan metode penelitian yang dapat
dipercaya melalui pengukuran.. Pengukuran adalah membandingkan suatu objek
tehadap objek lain dengan standarisasi tertentu. Dengan kata lain, dalam
pengukuran, kita harus punya standar-standar yang jelas, dan mengukur apa yang
akan diukur. Misalnya mengukur panjang, pendek, tinggi, rendah. Dalam mengukur
itu semua, kita sebelumnya punya acuan bagaimana kita bisa menstandarisasi dan
menentukan tinggi, rendah, dan lain-lain. Dalam objek psikologi, pengukuran
dapat dilakukan berbagai cara dengan teknik yang berbeda, tergantung apa yang
ingin diukur. Contohnya, mengukur kepribadian seseorang, bisa kita melakukan teknik
observasi, atau juga tertulis (teknik proyeksi). Begitu juga dengan tes untuk
mengukur intelegensi, minat, bakat, dan lain sebagainya, masing-masing punya
variasi tertentu dalam mengumpulkan data.
Sekian
:’)
great job...! kenapa baca ini saya merasakan"keriangan"dalam tulisan ini...saya senang membacanya, saya tunggu kelanjutan sambungan dari artikel ini...sukses dan salam sobat!
BalasHapus